Daftar Jurnal Nasional Terakreditasi Bidang Informatika / Teknologi Informasi / Ilmu Komputer

post time 14. February 2018 member 175230101

Latest update: 14 Februari 2018

SK berlaku selama 5 tahun sejak tanggal ditetapkan.

Perhatian: Jurnal yang tidak tercantum di sini belum tentu tidak terakreditasi. Bisa jadi saya terlewat ketika mencoba membuat daftar ini. Silakan cek di arjuna.ristekdikti.go.id untuk daftar yang valid dan mohon kabari saya untuk memperbarui daftar ini. Terima kasih.

Akreditasi A

SK Desember 2017

  1. International Journal of Advances in Intelligent Informatics - Program Studi Teknik Informatika Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

SK April 2017

  1. Journal of ICT Research and Applications - LPPM ITB

SK Agustus 2013

  1. TELKOMNIKA - UAD & IAES

Akreditasi B

weiter...

Category Uncategorized | 0 Kommentare »

Realitas Software-Defined Networks (SDN)

post time 12. February 2018 member 175230101

Artikel ini diterjemahkan dan disadur secara bebas dari artikel Cloudy-Eyed: Complexity and Reality with Software-Defined Networks yang ditulis oleh Russ White & Shawn Zandi, LinkedIn untuk Internet Protocol Journal (IPJ) Volume 19, No. 3, hal 31-41, November 2016.

Selama ini, yang saya ketahui: yang bertanggung jawab untuk merutekan paket dalam jaringan adalah router. Jika ada paket masuk ke suatu router, alamat tujuan yang berada di header paket tersebut akan diperiksa, lalu router akan mengecek tabel routing untuk menentukan ke mana paket tersebut akan dikirimkan. Ada komponen administrative distance dan metric pada tabel routing yang memengaruhi pengambilan keputusan arah pengiriman paket.

Ternyata hal tersebut hanyalah salah satu metode routing dalam jaringan dengan karakteristik distributed control. Yang mengontrol jalur pengiriman paket adalah berbagai router yang tersebar dalam jaringan. Setiap router bertanggung jawab dalam pengontrolan rute paket, sesuai dengan protokol routing yang diaplikasikan, misalnya: IS-IS atau BGP. Router memutuskan sendiri rute paket berdasarkan tabel routing tanpa intervensi dari pihak lain. Bantuan pihak eksternal hanyalah informasi-informasi yang didapatkan dari router-router tetangganya untuk membangun isi tabel routing. Maka, dapat dikatakan bahwa kontrol rute paket terdistribusi dalam jaringan.

Terdapat metode routing lain dengan karakteristik centralized control, yaitu Software-Defined Networks (SDN). SDN bukanlah suatu produk. SDN merupakan suatu metodologi atau peralatan yang dipromosikan untuk mengeliminasi kompleksitas distributed control planes, meningkatkan kualitas respons jaringan terhadap aplikasi dan kebutuhan bisnis tertentu, serta menurunkan biaya peralatan dan operasional jaringan. Tentu ini adalah situasi yang terlalu indah untuk menjadi kenyataan (too good to be true). Realitasnya, harus ada yang dikompromikan. Hanya ada dua hal yang bisa dipilih antara: murah, cepat, dan kualitas tinggi.

Segitiga-Kompromi

Pilih dua saja

weiter...

Category Sofware-Defined Networks | 0 Kommentare »

Perbedaan Teknologi Cloud dan Internet of Things

post time 11. September 2017 member 175230101

Teknologi Cloud dan Internet of Things (IoT) adalah dua hal yang berbeda namun saling melengkapi. IoT mengacu pada jaringan dari berbagai objek-objek yang saling terhubung, beralamat unik, dan berbasis protokol komunikasi standar. Objek-objek ini keberadaannya bisa di mana saja, serta dapat mengukur, memahami, atau bahkan memodifikasi lingkungan. Sementara itu, komputasi Cloud adalah suatu model yang mengizinkan pengguna untuk mendapatkan akses ke berbagai sumber daya komputasi/komunikasi/penyimpanan (misal: jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan) dari mana saja secara mudah.

Berikut ini akan dibahas perbedaan teknologi Cloud dan IoT, dilihat dari beberapa aspek dan peluang keduanya untuk saling melengkapi.

Perbedaan Cloud & Internet of Things

weiter...

Category Internet of Things | 0 Kommentare »

Evolusi Teknologi Telekomunikasi Seluler

post time 17. July 2017 member 175230101

Gambar di atas menampilkan beberapa perkembangan dan jalur migrasi dari berbagai sistem telekomunikasi yang dibagi menjadi tiga bagian sesuai skema multiplexing-nya, yaitu: FDMA, TDMA, dan CDMA.

Evolusi sistem telekomunikasi ini dikategorikan menjadi empat generasi. Generasi pertama meliputi sistem analog yang mengandalkan FDMA. Sistem telekomunikasi generasi kedua mengetren di awal tahun 90-an. Teknologi telekomunikasi yang dikembangkan dan digunakan di berbagai negara berbeda-beda. D-AMPS (Digital-Advanced Mobile Phone Service) dikembangkan di Amerika Serikat, GSM dikembangkan di Eropa, sedangkan PDC (Personal Digital Cellular) diperkenalkan di Jepang. Ketiga sistem tersebut menggunakan mekanisme TDMA di samping teknik FDMA. cdmaOne menjadi teknologi CDMA pertama di Amerika Serikat sebagai kompetitor dari teknologi TDMA.

Sistem telekomunikasi terus berevolusi sepanjang waktu. GPRS (General Packet Radio Service) muncul dengan keunggulannya pada layanan berorientasi paket dan menghasilkan laju data yang lebih cepat daripada GSM, EDGE (Enhanced Data rates for GSM Evolution) mengusulkan skema modulasi baru, sedangkan cdmaOne ditingkatkan menjadi cdma2000 1x yang menawarkan kecepatan data yang lebih tinggi. Sebagian besar sistem lalu dikombinasikan dengan teknik CDMA dan menghasilkan sistem telekomunikasi baru generasi ketiga.

Sebagian besar penyedia jaringan yang dulu menawarkan layanan GSM-GPRS selanjutnya menggunakan UMTS karena jaringan intinya tidak perlu berubah, cukup menambahkan teknologi radio UTRA (UMTS Terrestrial Radio Access) FDD (Frequency Division Duplexing) atau UTRA TDD (Time Division Duplexing). Sementara itu, peneliti dari Cina mengusulkan sistem 3G TD-SCDMA (Time Division Synchronous Code Division Multiple Access), yang kemudian diintegrasikan ke UTRA TDD.

cdma2000 ditingkatkan menjadi dua versi, yaitu cdma2000 EV-DO (EVolution-Data Optimized) dan cdma2000 EV-DV (Evolution-Data and Voice). Perkembangan teknologi telekomunikasi selanjutnya yang kini sudah banyak dinikmati masyarakat adalah LTE, yang terbagi menjadi dua macam, yaitu: FD-LTE (digunakan di Inggris) dan TD-LTE (populer digunakan di seluruh dunia). LTE telah ditingkatkan lagi menjadi LTE-Advanced (LTE-A).

Referensi:

  1. Schiller, Jochen. 2003. Mobile Communications. Second edition. London: Pearson Education Limited
  2. Trigs, Robert. 2017. 4G vs LTE – what is the difference? [online] Diakses dari: www.androidauthority.com/4g-vs-lte-274882/
Category Jaringan Nirkabel dan Sistem Bergerak | 0 Kommentare »
   

Fayruz Rahma is powered by WordPress
Theme is Coded&Designed by Wordpress Themes at ricdes